BULETIN : SISTEM KEWASPADAAN DINI & RESPON (SKDR)

Buletin SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) adalah alat penting dalam sistem kesehatan masyarakat di Kota Gorontalo. Buletin ini berfungsi untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi mengenai kejadian penyakit menular. Tujuannya adalah untuk memastikan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi wabah, sehingga dapat meminimalkan dampak terhadap masyarakat. Melalui buletin ini, pemerintah dan lembaga kesehatan dapat melacak tren penyakit, mengidentifikasi daerah berisiko tinggi, dan mengarahkan sumber daya ke lokasi yang memerlukan. Dengan demikian, Buletin SKDR memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kapasitas respons sistem kesehatan.
SITUASI SKDR PENYAKIT POTENSAL WABAH
Tidak ada KLB di Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo, hanya ada 6 alert
yang muncul di wilayah puskesmas yakni kasus Diare Akut di wilayah Puskesmas Hulonthalangi sebanyak 9 kasus dan Puskesmas Kota Utara sebanyak 4 kasus; Malaria Konfirmasi di Puskesmas Kota
Barat sebanyak 1 kasus; Pneumonia di Puskesmas Dungingi
sebanyak 5 kasus; Suspek Demam Tifoid
di Puskesmas Kota Tengah sebanyak 3
kasus; Suspek Campak di Puskesmas Sipatana sebanyak 1 kasus; dan Gigitan Hewan Penular
Rabies di Puskesmas Dumbo Raya sebanyak
1 kasus, Puskesmas Kota Timur sebanyak 1 kasus dan Puskesmas
Kota Utara sebanyak 1 kasus.
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Kegiatan Surveilans di Dinas Kesehatan minggu ini :
- Melakukan pemantauan kelengkapan dan ketepatan laporan dari unit pelapor baik Puskesmas maupun Rumah Sakit terkait format kode penulisan WA SKDR.
- Melakukan pengecekan data kasus melalui website SKDR.
- Memantau Alert (sinyal kewaspadaan) yang muncul pada Minggu ke-10 tahun 2025 dan melaporkannya ke Kepala Bidang P2PL serta berkoordinasi dengan puskesmas untuk melakukan upaya penanggulangan kasus terkait.
- Meneruskan informasi alert rumah sakit yang berasal dari luar wilayah Kota Gorontalo ke Dinas Kesehatan Kabupaten lainnya yang mewilayahi untuk dilakukan tindak lanjut surveilans.
KASUS BERDASARKAN PUSKESMAS
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA
KELENGKAPAN LAPORAN
Berdasarkan grafik disamping pada minggu ke-10, kelengkapan laporan pada SKDR sebesar 100 % yang berasal dari 18 unit pelapor.
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
KETEPATAN LAPORAN
Berdasarkan grafik disamping pada minggu ke-10, ketepatan laporan pada SKDR sebesar 100 % yang berasal dari 18 unit pelapor.
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
LAPORAN SURVEILANS BERBASIS INDIKATOR (IBS)
1. Trend Peningkatan Penyakit di IBS SKDR
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Sumber : Website SKDR, Unit Pelapor Puskesmas
Pada minggu ke-10 dari 24 penyakit yang dipantau di IBS SKDR pada tahun 2025 terdapat 4 kasus yag mengalami peningkatan yaitu : Malaria Konfirmasi, Pnemonia, Suspek Campak dan Gigitan Hewan Penular Rabies.
2. Alert di SKDR
- Pada minggu ke-10, indikator respon alert <24 jam tercapai 100% dari target yang ditetapkan (80%).
- Terdapat 4 penyakit yang mengalami peningkatan dari minggu sebelumnya yaitu : Malaria Konfirmasi, Pneumonia, Suspek Campak dan Gigitan Hewan Penular Rabies.
- Berdasarkan laporan EBS SKDR minggu ke-10 terdapat 3 penyakit yang dillaporkan yaitu Suspek Vericella (2 Kasus), Suspek Mumps (5 kasus) dan Dengue (3 Kasus).
REKOMENDASI :
- Lakukan kajian epidemiologi terus-menerus secara sistematis terhadap perkembangan penyakit berpotensi KLB yang ada di wilayah kerja Puskesmas, sehingga dapat mengindentifikasi adanya ancaman KLB di wilayahnya.
- Diharapkan kepada petugas surveilens untuk terus meningkatkan surveilans dan kewaspadaan dini penyakit potensial KLB/wabah dengan melakukan analisa/kajian Trend kasus di wilayahnya masing-masing
- Meningkatkan kewaspadaan dini kasus suspek Mumps terutama pada kelompok umur anak usia sekolah.
- Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap suspek Dengue dan Malaria dengan melaporkan orang dengan gejala dan/atau mempunyai hubungan epidemiologi serta meningkatkan promosi kesehatan tentang PHBS terutama di wilayah resiko banjir.
- Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kasus Gigitan Hewan Penular Rabie (GHPR) dengan melaksanakan koordinasi lintas sektor.
Sumber Dokumentasi : Dinas Kesehatan Kota Gorontalo
(Meilyn B Maaruf/Tim Kerja Surveilans & Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Gorontalo)
Berita Terkait


